loading...

Wednesday, 17 October 2018

APAKAH DURHAKA ANAK YANG MENNDOAKAN ORANG TUANYA 5 KALI DALAM SEHARI



Melipat gandakan keuntungan dengan berbakti kepada orangtua."_*

Dalam satu bab di buku tersebut di bahas mengenai *Adab Kepada Orangtua*.

Dimana dikatakan bahwa ,"Sungguh durhaka seorang anak yang hanya mendoakan kedua orangtuanya hanya 5 kali dalam satu hari."

Saya bingung, kenapa kita udah do'ain orangtua sehari 5 kali, kok masih di bilang anak durhaka ?

Saya coba balik lagi ke masjid tempat saya membeli buku tersebut, saya tanyakan kepada pengurus kajian di masjid itu, di mana saya bisa menemui Syaikh yang kemarin memberi kajian di masjid ini.

Dan setelah saya dapatkan nomor ponselnya, saya hubungi dan kami janjian untuk bertemu di sebuah masjid yang kebetulan beliau sedang mengisi kajian juga.

Selesai kajian, saya bertemu dengan beliau, dan saya bertanya, kenapa kok seorang anak yang sudah mendo'akan kedua orangtuanya 5 kali sehari, masih di katakan anak yang durhaka?

Syaikh itu kemudian meminta kepada saya untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua.

Dan saya bacakan do'a yang biasa saya baca setelah sholat.

*"Rabighfirli waliwali dayya"*
stop kata si Syaikh.
Ulangi lagi.

*"Rabighfirli waliwali dayya"*
stop, ulangi lagi.

*"Rabighfirli waliwali dayya"*
stop, ulangi lagi.

Terus saya ulangi sampai sepuluh kali.

Kemudian si Syaikh bertanya kepada saya, "Apakah kamu capek?"

"Tidak Syaikh".

"Apakah kamu sampai berkeringat?"

"Tidak Syaikh".

"Apakah kamu sampai mengeluarkan uang membaca do'a seperti yang kamu baca tadi?"

"Kembali saya jawab tidak Syaikh."

"Kamu gak perlu mengeluarkan uang, kamu gak perlu mengeluarkan keringat, kamu gak perlu mengeluarkan tenaga yang besar hanya untuk membacakan do'a ampunan kepada kedua orangtuamu.

Tapi kenapa kamu hanya bisa memintakan ampunan buat orangtuamu sehari semalam cuma 5 kali.

Padahal sejak kamu masih berada dalam perut ibumu, berapa banyak keringatnya yang sudah ibumu keluarkan karena beratnya menanggung kamu yang berada di perutnya.

Betapa sakitnya ibumu saat melahirkan kamu, berapa besar biaya yang sudah di keluarkan kedua orangtuamu untuk membesarkan kamu.

Dan sebagai balasannya, kamu hanya bisa mendo'akan kedua orangtua mu cuma 5 kali dalam sehari semalam?

Padahal satu kali saat kamu membacakan do'a untuk kedua orangtuamu, *Rabighfirli waliwali dayya*, saat itu juga satu dosa dari orang tuamu dihapuskan ALLAH."

Dan ada sebuah kisah, dimana ada seorang orangtua yang saat dia dimakamkan penuh dengan dosa, tiba-tiba, saat orangtua tersebut sedang kesusahan di alam kuburnya, ALLAH berikan keringan dan ALLAH berikan kemuliaan.

Sampai2 si ahlul kubur bingung, kenapa dia di angkat derajatnya seperti ini?

Kemudian jawab malaikat, *"Ini berkat do'a anak anak mu"*.

_Masya Allah,,,

Sekarang, apakah kita masih berat untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua kita sehari lebih dari 50 kali?

Renungkan lah😥😥

Wednesday, 7 February 2018

Bersihkan Lumut Kamar Mandi dengan Cara ini, Lumut Hilang dan Tak Mau Kembali

Hasil gambar untuk GAMBAR LUMUT

Lumut, jika tumbuh di area kamar mandi terutama di lantai, tentu saja akan membuat sang pemilik rumah menjadi kesal. Selain membuat kamar mandi kotor, lumut juga bisa membahayakan karena membuat lantai kamar mandi menjadi licin. Jika lantai kamar mandi licin maka tentu saja harus ekstra waspada agar tidak terpeleset.

Lumut di kamar mandi biasanya tumbuh karena lantai lembab atau air yang menggenang. Agar lumut tidak tumbuh di kamar mandi, maka kita harus sering-sering membersihkan kamar mandi. Namun, bisa membersihkan kamar mandi dengan cara ini agar lumut hilang dan tidak akan tumbuh dalam waktu lama.

Yuk simak caranya!

Campur segelas garam dengan air panas. Gunakan garam kotak atau garam kiloan yang biasanya dijual dipasar untuk bersih-bersih. Garam seperti ini selain murah memang digunakan untuk bersih-bersih.

2. Aduk-aduk garam dengan alat pengaduk, jangan gunakan tangan, hingga garam larut.

3. Siramkan larutan garam kebagian dinging atau lantai kamar mandi yang ditumbuhi lumut.

4. Sikat lantai dengan sikat besi atau kepe sampai bersih.

5. Setelah bersih atau lumut rontok semua, siram kembali dengan air campuran garam yang panas kemudian diamkan.

6. Setelah beberapa saat kemudian siram kembali lantai dan dinding kamar mandi dengan air bersih.

Wednesday, 22 November 2017

Percakapan Jibril. AS dengan Rasulullah SAW Sebelum Wafat

WAHAI Jibril, apakah kau turun lagi ke dunia sepeninggalku? tanya Rasulullah di saat Jibril menengok beliau sebelum wafat.

Jibril a.s. menjawab : “Ya, wahai rasul, aku akan turun kedunia sepuluh kali untuk mengangkat sepuluh mutiara dari bumi”.

Rasul bertanya lagi : “Apa yang kau angkat dari bumi ?”.

Jibrilpun menerangkan :

Pertama, aku mengangkat “berkat” dari bumi.

Kedua, aku mengangkat “rasa cinta” dari hati manusia

Ketiga, aku mengangkat “rasa kasih sayang” dari hati manusia terhadap keluarga dekatnya.

Keempat, aku mengangkat “keadilan” dari para penguasa / umara.

Kelima, aku mengangkat “rasa malu” dari para wanita.

Keenam, aku mengangkat “kesabaran” dari para fakir- miskin.

Ketujuh, aku mengangkat “wara’”dan “zuhud” dari para ulama.
Kedelapan, aku mengangkat “kedermawanan” dari orang-orang kaya.

Kesembilan, aku mengangkat “al Qur’an”.
Kesepuluh, aku mengangkat “Iman”.

Demikian riwayat yang disebut Asy-Syekh Mukmin bin Hassan Mukmin Asy-Syabalanji dalam kitabnya yang berjudul “Nurul-Abshar”, hal 58.

Mari kita renungkan akan zaman dan masa dimana kita berada sekarang ini; sudah berapa kali kira-kira Jibril a.s. turun ke dunia sepeninggal Nabi Muhammad saw, dan sudah sampai nomor berapa kira-kira mutiara bumi yang diangkat oleh Jibril a.s.

Ada Gubernur Masuk Daftar Orang Miskin, Hanya Punya Satu Baju, Ini Orangnya

Menjadi pemimpin dalam sebuah wilayah pemerintahan tentu menjadi salah satu hal yang sangat membanggakan.
Bahkan banyak di antara mereka yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kursi di pemerintahan.
Pada era kini, jabatan tinggi menjadi salah satu modal untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Karena tidak bisa dipungkiri jika menduduki sebuah jabatan, pasti akan mendapatkan gaji yang sebanding dengan apa yang menjadi tanggungjawabnya, belum lagi ada alokasi dana taktis, komisi dari berbagai proyek atau ucapan terima kasih dari pengusaha karena telah memperlancar urusan bisnis mereka atau membagi proyek terhadap rekanan --meski dibantah, tak pelak adanya persenan tersembunyi.
Namun tidak demikian dengan gubernur yang satu ini. Ia justru masuk dalam deretan masyarakat miskin yang harus mendapat bantuan.
Hidupnya susah bahkan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Siapakah dia? Berikut ulasannya.
Seperti diviralkan infoyunik.com, ternyata gubernur tersebut tidak hidup di zaman kini.
Dia hidup pada zaman Khalifah Umar bin Khattab.
Nama gubernur yang ternyata terdaftar ke dalam warga miskinitu ialah Said bin Amir al-Jumhi.
Kisah ini bermula ketika khalifah Umar bin Khattab berniat untuk menggantikan gubernur Syam yang lama yaitu Muawiyah dengan Said.
Berkatalah Umar kepada Said, “"Aku ingin memberimu amanah menjadi gubernur”. Akan tetapi pada awalnya Said menolak tawaran tersebut dengan alasan takut terjerumus ke dalam sebuah fitnah.
Said berkata, “Jangan kau jerumuskan aku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin.
Kalian mengalungkan amanah ini di leherku kemudian kalian tinggal aku.”
Pada saat itu Umar mengira bahwa Said menginginkan gaji, akan tetapi hal tersebut dibantah oleh Said.
Umar tetap bersikeras untuk menjadikan Said sebagai gubernur, maka untuk menunjukkan ketaatannya terhadap khalifah, maka dirinya menerima permintaan tersebut dan diangkatnya ia menjadi gubernur.
Hingga pada akhirnya berangkatlah said beserta keluarganya ke Syam untuk menjalankan amanah barunya.
Pada suatu masa, Said terlilit sebuah kebutuhan yang memerlukan uang.
Akan tetapi, di dalam rumahnya tidak ada uang pribadi yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sementara itu di kota Madinah, Umar mendapatkan utusan yang berasal dari Syam.
Mereka datang dengan tujuan untuk melaporkan beberapa kebutuhan dan urusan mereka sebagai rakyat yang dipimpin oleh khalifah Umar bin Khattab.
Setelah menerima tamu tersebut, Umar berkata kepada mereka “Tuliskan nama-nama orang miskin di tempat kalian.”
Mereka pun menuliskan nama-nama orang miskinyang ada di kota Syam.
Betapa terkejutnya Umar setelah menerima tulisan tersebut, sebab menemukan nama Said yang menjadi salah satu orang miskin di kota itu.
“Apakah ini Said gubernur kalian?”
“Ya, itu Said gubernur kami.”
“Dia termasuk daftar orang-orang miskin?” tanya Umar lagi mempertegas.
“Benar, dan demi Allah sudah beberapa hari di rumahnya tidak ada api (tidak memasak).”
Mengetahui kenyataan tersebut membuat Umar menangis hingga janggutnya basah dengan air mata.
Setelah itu, dirinya mengambi 1.000 dinar dan menaruhnya ke dalam kantong kecil seraya berkata, "Sampaikan salamku, dan katakan kepadanya, Amirul Mukminin memberi anda harta ini, supaya anda dapat menutup kebutuhan anda!”
Lalu, pulanglah utusan tersebut ke Syam dan mereka mendatangi Said dengan membawa kantong tersebut.
Betapa terkejutnya Said saat mengetahui bahwa kantong yang diterimanya berisi uang dinar.
Kemudian ia meletakkan uang tersebut dan menjauh sambil berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," seolah-olah ia tertimpa musibah dari langit atau ada suatu bahaya di hadapannya.
Hal ini membuat sang istri keluar dengan wajah kebingungan sambil berkata “Ada apa, wahai Sa’id?
Apakah Amirul Mukminin meninggal dunia?"
“Bahkan lebih besar dari itu,” timpal Sa'id.
“Apakah orang-orang Muslim dalam bahaya?”
“Bahkan lebih besar dari itu.”
“Apa yang lebih besar dari itu?”
“Dunia telah memasuki diriku untuk merusak akhiratku, dan fitnah telah datang ke rumahku.”
Istrinya berkata, “Bebaskanlah dirimu darinya.” Saat itu istrinya tidak mengetahui tentang uang-uang dinar itu sama sekali.
“Apakah kamu mau membantu aku untuk itu?” tanya Sa'id.
“Ya,” kata sang istri. Setelah mendapatkan jawaban dari sang istri, Said kemudian mengambil uang dinar tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong, lalu menyuruh sang istri untuk membagikannya kepada penduduk yang fakir.
Tidak lama berselang, datanglah Umar ke negeri Syam tersebut untuk melihat keadaan.
Ketika singgah di tempat tugas Said, betapa terkejutnya Umar mengetahui banyaknya keluhan dari rakyat mengenai kinerja dari gubernur mereka tersebut.
Setelah mendengar aduan dari rakyat, maka Umar langsung mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berlangsung lama.
Maka diadakanlah pertemuan akbar antara Said sebagai gubernur dengan rakyatnya yang merasa kecewa.
“Ya Allah, jangan Engkau kecewakan prasangka baikku selama ini kepadanya (kepada Said),” kata Umar mengawali.
Umar kemudian bertanya di hadapan penduduk.
“Apa yang kalian keluhkan dari gubernur kalian?”
Mereka menjawab, “Ia tidak keluar kepada kami kecuali jika hari telah siang.”
“Apa jawabmu tentang hal itu, wahai Sa’id?” kata Umar.
Sa'id terdiam sebentar, kemudian berkata,
“Demi Allah, sebenarnya aku tidak ingin menjawab hal itu. Namun, kalau memang harus dijawab, sesungguhnya keluargaku tidak mempunyai pembantu. Maka setiap pagi aku membuat adonan roti, kemudian menunggu sebentar sehingga adonan itu mengembang. Kemudian aku buat adonan itu menjadi roti untuk keluargaku, selesai itu aku berwudhu dan baru keluar rumah menemui penduduk.”
"Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?” tanya Umar.
Mereka menjawab, “Sesungguhnya, ia tidak menerima tamu pada malam hari.”
“Apa jawabmu tentang hal itu, wahai Sa’id?”
“Sesungguhnya, Demi Allah, aku tidak suka untuk mengumumkan ini juga. Aku telah menjadikan waktu siang hari untuk rakyat dan malam hari untuk Allah Azza wa Jalla,” jawab Sa'id.
“Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?” tanya Umar lagi.
Mereka menjawab, “Sesungguhnya ia tidak keluar menemui kami satu hari dalam sebulan.”
“Dan apa ini, wahai Sa’id?”
Sa'id menjawab, “Aku tidak mempunyai pembantu, wahai Amirul Mukminin. Dan aku tidak mempunyai baju kecuali yang aku pakai ini, dan aku mencucinya sekali dalam sebulan. Dan aku menunggunya hingga baju itu kering, kemudian aku keluar menemui mereka pada sore hari.”
“Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?”
Mereka menjawab, “Ia sering pingsan, hingga ia tidak tahu orang-orang yang duduk di majelisnya.”
“Dan apa ini, wahai Sa’id?”
Sa'id menjawab, “Aku menyaksikan meninggalnya sohabat Khubaib bin Adi Al-Anshari di Mekah. Kematiannya sangat tragis di tangan orang-orang kafir Quraisy. Mereka menyayat-nyayat dagingnya kemudian menyalibnya di pohon kurma. Orang Quraisy itu meledek, “Khubaib, apakah kamu rela jika Muhammad sekarang yang menggantikanmu untuk disiksa?” Khubaib menjawab, “Demi Allah, kalau saya berada tenang dengan keluarga dan anakku, kemudian Muhammad tertusuk duri sungguh aku tidak rela.” Ketika itu aku masih dalam keadaan kafir dan menyaksikan Khubaib disiksa sedemikian rupa. Dan aku tidak bisa menolongnya. Setiap ingat itu, aku sangat khawatir bahwa Allah tidak mengampuniku untuk selamanya. Jika ingat itu, aku pingsan.”
Seketika itu Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan prasangka baikku kepadanya.”
Setelah mendengar jawaban tersebut, Umar kemudian memberikan uang sebanyak 1.000 dinar kepada Said. Ketika melihat uang tersebut, istrinya berkata kepada Said, “Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan kami dari pekerjaan berat untukmu. Belilah bahan makanan dan sewalah seorang pembantu."
Akan tetapi, bukannya mengikuti anjuran dari istrinya, Said justru menyuruh istrinya untuk membagikan uang tersebut kepada orang yang lebih membutuhkan. Seperti kepada janda, anak yatim, orang-orang miskin dan fakir.
Demikianlah informasi mengenai nama gubernur yang termasuk dalam daftar orang miskin pada zaman Khalifah Umar bin Khattab.
Meskipun Said menjabat sebagai gubernur, akan tetapi ia lebih memilih membiarkan dirinya hidup dalam kemiskinan daripada harus memakan uang rakyatnya.
Tidak hanya itu, ia juga sosok yang senantiasa mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingannya sendiri.

Nasehat Rasulullah untuk Para Suami

Para wanita riuh mengerumuni kediaman Nabi Muhammad SAW. Mereka beramai-ramai mengadukan satu hal yang serupa, kelakuan para suami. Mereka ingin menyampaikan keluhan kepada manusia terbaik itu. Sebabnya, kala itu Umar bin Khattab RA mengadukan kelakukan wanita yang semakin berani terhadap para suami.
Lewat hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud dengan sanad sahih ini, Rasulullah SAW lantas bersabda, "Sungguh telah banyak wanita yang mendatangi keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya. Mereka itu (para suami) bukanlah orang-orang yang terbaik di antara kalian semua."
Wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Karakter wanita memang spesial. Maka, diperlukan juga perlakuan yang amat spesial. Dan, sebaik-baik lelaki yang memperlakukan istrinya adalah Rasulullah SAW. Beliau SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (HR Tirmidzi)
Memperlakukan wanita, terutama istri, mestilah dengan cara terbaik. Ada beragam pertimbangan untuk menyampaikan sesuatu kepada wanita. Ada pertimbangan rasa, ada momentum psikis, ada karakter, hingga soal kondisi fisik. Memperlakukan sebaik-baik perhiasan dunia, tentu harus dengan cara yang terbaik pula.
Mari kita mencontoh dari seorang lelaki, suami, dan ayah terbaik yang memperlakukan wanita dengan sikap terbaik. Rasulullah SAW senantiasa memberikan wasiat agar berbuat baik kepada kaum wanita. Lelaki hendaknya berlemah lembut serta berbuat baik kepada wanita sebab kondisi mereka. Terlebih lagi, seorang suami tak bisa lepas dari peran istri. Seorang yang bisa mengurus semua kebutuhan sang lelaki. Allah SWT berfirman, "Dan bergaullah dengan mereka secara patut (dengan cara yang baik)... " (QS an-Nisaa [4] :19)
Perbuatan yang makruf, bukan sekadar baik bisa diejawantahkan dalam bentuk tutur kata yang baik. Perbaiki pula segala tindak tanduk lelaki saat berhadapan dengan wanita. Abu Hurairah RA merekam nasihat Rasulullah SAW soal cara yang ahsan dalam menasihati wanita. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wnaita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kalian ingin meluruskannya, maka kalian mematahkannya, jika kalian biarkan saja, niscaya ia akan tetap bengkok." (Muttafaq 'Alaih).
Syekh Salim bin Id Hilali dalam Syarah Riyadhush Shalihin mengungkapkan kandungan dari hadis agung di atas. Pertama, hendaknya seorang lelaki bersikap lemah lembuh kepada kaum wanita kerena kelemahan mereka dan kelemahan akal mereka. Wanita mungkin tidak akan selamanya lurus dalam suatu keadaan. Karenanya, hendaknya para lelaki menyesuaikan diri agar kehidupan rumah tangga bisa harmonis.
Wanita digambarkan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Sifat ini tak bisa dimungkiri. Maka, jangan sekali-kali seorang lelaki memaksakan kehendaknya kepada wanita. Karena jika ia bersikeras meluruskannya, tulang tersebut akan patah. Namun, jika seorang lelaki memilih jalan nabi, bersabar dan menerima segala kekurangannya, maka wanita akan menjadi partner hidup yang sempurna. Sadari dan terima kekurangan, kelemahan akal dan perangainya serta kebengkokan-kebengkokan lainnya.
Dengan menyadari kondisi wanita secara psikologis tersebut, mudahlah seorang lelaki untuk menyesuaikan diri. Untuk bersikap terbaik, berusaha mengejar akhlak mulia yang dicontohkan Sang Baginda SAW.
Janganlah para lelaki membenci semua yang ada pada wanita bersebab pada kelemahan yang ada padanya. Bisa jadi seorang wanita memiliki kekurangan. Amat mungkin banyak kekurangan. Namun, di balik kekurangan, pastilah terdapat kelebihannya. Mari, sekali lagi kita simak anjuran Nabi SAW. "Janganlah seorang mukmin laki-laki memarahi seorang mukminat. Jika ia merasa tidak senang terhadap satu perangainya, maka ada perangai lain yang dia sukai." (HR Muslim).
Usahlah membenci seseorang dengan benci yang amat besar. Usahlah jua mencintai seseorang dengan cinta yang amat dahsyat. Umar bin Khattab RA pernah menasihati Aslam soal membenci dan mencintai yang ideal. Berkatalah Umar, "Wahai Aslam janganlah cintamu menjadikan dirimu bergantung dan janganlah kebencianmu mengakibatkan kehancuran."
Aslam lantas bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Umar menjawab, "Jika kamu jatuh cinta, maka jangan sampai cinta membuatmu tergantung sebagaimana bayi bergantung pada apa yang dicintainya. Dan jika kamu membenci, maka jangan sampai kebencianmu itu menjadikanmu ingin merusak dan membinasakan temanmu."
Nasihatilah wanitamu karena Dia semata. Gunakanlah akal sehat dan kendalikan perasaan dan emosi agar baik segalanya. Wanita berada dalam kebaikan dan keburukan sehingga ia tidak akan bisa lurus pada satu keadaan. Luruskan dengan nasihat yang amat baik nan makruf.

Ini Alasan Mengapa Jibril Menangis dan Ketakutan

Jibril AS memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Aquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril) yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” (QS. at-Takwir:19-21). Meskipun sedemikian agung kedudukannya di sisi Allah SWT, Jibril senantiasa takut apabila suatu hari kehilangan rida Allah SWT.
Dikisahkan dari Ensiklopedia Alquran bahwa Umar bin Khathab ra meriwayatkan rangkaian pembicaraan yang berlangsung antara Rasulullah SAW dengan Jibril AS. Suatu hari Jibril menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan kabar kedahsyatan neraka.
Jibril berkata, “Neraka itu hitam pekat, bunga apinya tidak dapat meneranginya, nyalanya tidak dapat dipadamkan. Demi Dzat yang mengutusmu dengan benar, wahai Muhammad, seandainya sebesar lubang jarum dibuka dari jahanam, niscaya seluruh yang ada di permukaan bumi mati karena panasnya.”
“Demi Dzat yang mengutusmu dengan hak, seandainya penjaga neraka jahanam menampakkan dirinya kepada penghuni bumi, niscaya semua orang yang ada di muka bumi ini mati, karena begitu buruk mukanya dan begitu busuk baunya!”
"Demi Dzat yang mengutusmu dengan hak, seandainya satu mata rantai penghuni neraka, yang diterangkan Allah dalam Kitab-Nya yaitu surah Al-Haqqah ayat 32. Dan belitlah ia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta dan diletakkan di atas gunung-gunung dunia, niscaya akan hancur berkeping-keping bahkan bumi pun ikut hancur.”
“Cukup!” kata Rasulullah SAW kepada Jibril, “Agar hatiku tidak gemetar yang mengakibatkan kematianku.” Jibril pun menangis. Ketika melihatnya menangis Rasulullah bertanya keheranan, “Mengapa engkau menangis, wahai Jibril, sedangkan engkau punya kedudukan mulia yang dianugerahkan Allah kepadamu?”
Jibril menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis. Aku lebih berhak menangis. Siapa tahu Allah Yang Maha Mengetahui, kelak aku memperoleh kedudukan yang bukan sebagaimana kedudukanku saat ini. Aku tidak tahu, mungkinkah aku diuji sebagaimana iblis. Dulu ia berasal dari golongan malaikat. Aku tidak tahu, mungkin aku diuji sebagaimana Harut dan Marut.” Dan Rasulullah pun ikut menangis.
Kedua makhluk tersebut terus menangis hingga Allah SWT mengutus seorang malaikat kepada keduanya seraya berkata, “Wahai Jibril, wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah SWT menjamin kalian dari kemungkinan melakukan kedurhakaan kepada-Nya.” Maka keduanya pun merasa tenang. Lalu Jibril naik kembali ke langit.
Dalam kejadian tersebut, terkandung pelajaran berharga (‘ibrah) bagi setiap orang yang beriman. Bahwa yang menentukan, sebagaiman sabda Nabi SAW adalah amal akhir dari seseorang. (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad bin Hanbal).
Karena itu orang beriman seharusnya selalu bertawajjuh (mengarahkan hatinya) kepada Allah SWT. Senatiasa berdoa agar Allah SWT tidak memalingkan hatinya setelah mendapatkan hidayah. Sekaligus mengingat akhirat dan membebaskan diri dari ketergantungan serta kesenangan duniawi yang hina.

Amalan Sederhana Ini Buat 70 Ribu Malaikat Beristigfar dan Mendoakan Kita

Malaikat merupakan salah satu makhluk Allah SWT yang senantiasa beribadah kepada-Nya. Golongan yang diciptakan dari cahaya ini dipercayai memiliki kesucian dan terhindar dari dosa.
Ternyata malaikat kerap mendoakan dan beristigfar untuk manusia. Namun tidak sembarangan, mereka akan memilih manusia yang melakukan amal kebaikan saja. Tidak hanya satu, manusia bahkan bisa mendapatkan doa dari 70 ribu malaikat sekaligus.
Amalan untuk mendatangkan nikmat ini tergolong ringan. Namun keutamaannya tentu sangat besar dibandingkan dengan doa dan istigfar yang dilakukan manusia. Lantas apa amalan sederhana yang membuat 70 ribu malaikat beristigfar dan berdoa untuk manusia?
Ternyata amalan tersebut adalah menjenguk orang yang sakit. Tindakan ini terkesan sederhana, manusia menyisikan sedikit waktunya untuk melihat saudara atau kerabatnya yang sedang sakit. Namun, ternyata hal ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Sebanyak 70 ribu malaikat akan mendoakan kebaikannya serta beristigfar dan meminta ampun untuk manusia tersebut.
Tindakan menjenguk orang sakit ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang terhadap sesama manusia. Hal ini akan berdampak baik terhadap psikologis orang yang menderita sakit. Sehingga akan menumbuhkan sikap optimis orang yang sakit dan akan berdampak kepada kesembuhan mereka.
“Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga.” (HR. Al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi).
Siapa jenguk orang sakit di pagi hari, duduk disampingnya menghiburnya, mendoakan kesembuhan untuknya, maka 70 ribu malaikat memintaan ampunan untuknya sampai tiba waktu sore. Amalan ringan tapi memiliki keutamaan yang sangat besar. Ini karena orang tadi menunjukkan sifat rahmat (kasih sayang) kepada sesamanya sehingga Allah juga limpahkan rahmat-Nya kepadanya.
Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya.” (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)
Sifat mulia ini masuk dalam keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya penghuni langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Ahmad)
Doa dan istigfar dari malaikat ini merupakan kasih sayang mereka terhadap manusia. Istighfar para malaikat lebih kuat dikabulkan karena mereka mendoakan dari tempat yang tidak dilihat dan tidak diketahui manusia yang didoakannya. Dan doa semaca ini, dalam hadits shahih, lebih kuat dikabulkan. Ini tidak lain, karena malaikat melihat dosa-dosa yang dilakukan manusia dan mereka juga tahu dampak buruk akibat dari dosa-dosa tersebut. Sehingga istighfar untuk kaum mukminin yang lebih dahulu mereka lakukan, kemudian doa-doa kebaikan untuk mereka.
Hal ini tentu berbeda dengan manusia, yang jarang mendoakan sesamanya, bahkan doa yang terlontar terkadang justru hal-hal buruk yang ditujukan kepada sesaman manusia. Bahkan, terkadang, ada orang yang tega mendoakan keburukan kepada dirinya, istrinya, anaknya, dan hartanya.