loading...

Friday, 11 March 2016

Cinta Yang Agung dan Hakiki

Meraih Cinta yang Agung dan Hakiki

Keberadaan syariat islam tak lain hanyalah memberikan dan mendatangkan kemaslahatan (manfaat) serta mencegah kerusakan yang dapat menimbulkan segala hal yang tidak diinginkan. Mendatangkan kamaslahatan setidaknya seseorang bisa mengendalikan dirinya dari nafsunya supaya menahan  dan tidak membahayakan serta menyakiti selainnya.

Maka, sudah jelas bagi kita bahwa semakin banyak manfaat yang kita tanamkan, semakin bertambah pula kecintaan Allah kepada kita, tentunya hal yang bermanfaat itu memiliki unsur yang tidak menyebabkan Allah murka, bukan sebaliknya.

Menjadi manusia normal tentunya memiliki rasa mencintai dan ingin dicintai. Barangkali hadir dari sahabat, orang tua, kawan atau bahkan kekasih. Merupakan sebuah argument yang memberikan kenyamanan dan ketentraman satu sama lain apabila didapati keterkaitan hati yang sama, saling mengerti dan memahami satu sama lain, bahkan saling berkorban satu diantara mereka untuk mendapatkan harapan yang diiinginkan, baik secara lahiriyah maupun bathiniyah.

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah menyebutkan di dalam kitabnya, Madarij As- Salikin, kunci utama dalam ibadah adalah mahabatullah. Apabila cinta telah tercurah sepenuhnya kepada Allah, maka seorang hamba tidak akan mau mencintai selain Allah



Menjadi sebuah keagungan dan kemuliaan ketika seorang hamba meraih mahabbah (kecintaan) dari sang Khaliq seluruh alam. Sebab, di dalamnya terdapat sebuah anugrah yang terbesar dan suatu kemuliaan yang tak tertandingi jika kita mendapatkan cintanya Allah di banding cinta manusia.



Cinta Allah Terhadap Hamba-Nya

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah menyebutkan di dalam kitabnya, Madarij As- Salikin, kunci utama dalam ibadah adalah mahabatullah. Apabila cinta telah tercurah sepenuhnya kepada Allah, maka seorang hamba tidak akan mau mencintai selain Allah. Ketika cinta sudah mendarah daging dan hanya tercurah kepada Allah beserta hal yang dicintainya – seperti mencintai nabi, rasul, malaikat, dan para kekasih-Nya, maka cinta kita kepada mereka adalah untuk menyempurnakan cinta kita kepada Allah.

Tidak ada cinta lain selain kepada-Nya. Bukan seperti cintanya orang- orang yang mencinta kepada selain Allah. Jika cinta kepada Allah adalah hakikat ibadah, maka hal itu hanya akan bisa direalisasikan dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebab, perfektif sebuah amal berawal dari ruh rasa cinta yang murni, sehingga kebaikan dan iman akan tumbuh menjalar sesuai dengan yang lurus. Sedangkan orang yang tidak memiliki rasa cinta kepada Allah berarti ia beribadah secara tidak ikhlas.

Merupakan hakikat yang nyata bagi seorang hamba yang mencintai Rabbnya dan termasuk sifat ubudiyah seorang hamba terhadap Rabbnya dengan menjalankan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya yang direalisasikan berdaraskan keimanan yang tinggi dan murni. Allah berfirman:

 وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan orang- orang yang beriman sangat cinta kepada Allah” (QS. Al- Baqarah:165).

Ibnu Katsir di dalam tafsirnya  (1/317), menyebutkan bahwa karena kecintaan mereka kepada Allah dan kesempurnaan mengenai diri-Nya serta pengesaan mereka kepada- Nya, mereka tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, sebaliknya mereka hanya beribadah kepada-Nya semata, bertawakkal kepada-Nya, da kembali kapada-Nya dalam segala urusan mereka. Di dalam firman-Nya,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31)

“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kamu (benar- benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa- dosamu. Dan Allahlah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Ali Imran: 31).

...bukti tanda cinta Allah terhadap hamba-Nya bukan hanya sekedar memberikan nikmat yang melimpah ruah, melainkan dengan memberikan ujian seberapa besar dan kuat ia akan menghadapinya dengan tulus ikhlas

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya (2/36), kalian akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari kecintaan kalian kepada-Nya, yaitu kecintaan-Nya kepada kalian, dan ini lebih besar daripada kecintaan kalian kepada-Nya. Imam Al- Hasan Al- bashri dan beberapa ulama’ salaf berkata:

“Ada suatu kaum yang mengaku mencintai Allah, lalu Allah menguji mereka melalui ayat ini, kemudia Dia melanjutka firma-Nya pada ayat yang sama, yang intinya adalah dengan mengikutinya kalian kepada Rasulullah, maka kalian akan memperoleh hal tersebut (pengampunan dosa) berkat kaberkahan perantara-Nya (Rasul-Nya)”.

Ini menjadi bukti yang nyata bahwa kita sering mengaku-ngaku mencinta Allah dan begitu memiliki harapan besar terhadap meraih cintanya Allah. Akan tetapi secara realita, banyak diantara kita lupa, bahkan lalai atau enggan untuk menerapkan apa yang disyariatkan-Nya dan apa yang menjadi sunnah Rasul.

Diantara sebab yang mendatangkan cinta Allah terhadap hambanya yaitu hendaknya seorang hamba selalu membaca KalamNya dengan sepenuh hati dan bermunajat, menyingkirkan segala hal yang membuat murkaNya dengan lebih mementingkan cinta-Nya disbanding cinta saat dikalahkan oleh bisikan nafsu, serta diiringi dengan selalu beristighfar kepada-Nya.

Sementara kadar cinta seorang hamba terhadap Rabbnya dapat dibuktikan dengan sikap hamba yang selalu Ridho dan bersyukur akan keputusan Allah yang diberikan dan senantiasa husnudzan akan segalanya pasti memiliki jalan pintas yang lebih baik. Sebab, bukti tanda cinta Allah terhadap hamba-Nya bukan hanya sekedar memberikan nikmat yang melimpah ruah, melainkan dengan memberikan ujian seberapa besar dan kuat ia akan menghadapinya dengan tulus ikhlas.

Buah Keistimewaan Cinta Allah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda,

ثلاث من كنّ فيه وجد بهنّ حلاوة الإيمان من كان اللهُ ورسوله أحبّ إليه ممّا سواهما أن يحبّ المرء لا يحبّه إلاّ لله و أن يكره أن يعود في الكفر بغد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النّار. ((رواه البخاري))

“Tiga perkara, barang siapa yang apabila tiga perkara ini ada padanya, maka dia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu: hendaknya Allah dan Rasul- Nya lebih dia cintai daripada (cintanya kepada) selain keduanya, dia mencintai seseorang dan tidak mencintainya melainkan karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga bersabda,

إذا أحبّ الله عبداً نادى جبريل إنّي أحببتُ فلاناَ فأحبّه قال فينادي في السّماء ثمّ تنزل له المحبّة في أهل الأرض

“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril seraya berfirman, “ Aku mencintai si fulan ini, maka kasihilah dia.”  Kemudian Jibril berseru di langit dan menurunkan cinta kepada seluruh penduduk bumi.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Allah juga banyak menyebutkan di dalam firman-Nya, diantaranya:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ     (146)

“…Allah mencintai orang- orang yang sabar” (QS. Ali Imran: 146)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (42(

“ … Sesungguhnya Allah mencintai orang- orang yang berbuat adil.” ( QS. Al- Maidah: 42)

Sebenarnya banyak cinta Allah yang tidak kita hiraukan setiap saat. Hal ini semoga menjadi hikmah bagi kita semua, hamba-Nya yang selalu melalaikan-Nya, diantaranya dDialah yang masih memberikan kita rasa Iman dan Taaqwa, memberikan rizki yang melimpah ruah, menempatkan kita bersama orang- orang yang kita kasihi, bahkan masih menyelamatkan kita dari orang- orang zalim.

Ikhwah sekalian, yakinlah bahwa Allah akan senantiasa memberikan cinta dan kasih kepada kita selagi kita masih konsisten untuk tidak menyekutukan-Nya dan menjalankan segala perintah- Nya serta senantiasa berusaha menghindari hal- hal yang mengundang murka-Nya



Sebenarnya tanpa kita sadari, Dia telah menberikan ruh hdan jasad yang sempurna kepada kita supaya kita senantiasa bersyukur. Dan bukan berarti Allah benci terhadap orang- orang yang cacat, memer juga diberi keistimewaan yang tentunya tidak dimiliki o;eh selainnya, melalui realita tersebut Allah mengujinya supaya selalu sabar dan syukur terhadap apa yang dihadapinya.

Ikhwah sekalian, yakinlah bahwa Allah akan senantiasa memberikan cinta dan kasih kepada kita selagi kita masih konsisten untuk tidak menyekutukan-Nya dan menjalankan segala perintah- Nya serta senantiasa berusaha menghindari hal- hal yang mengundang murka-Nya. Wallahu a’lam bish shawaab.

Thursday, 10 March 2016

Sesibuk Apapun Kita, Jangan Sampai Meninggalkan Salat.

Sesibuk Apakah Dirimu? Sehingga Tak Kuasa Kerjakan Shalat Lima Waktu

DUA PULUH empat jam dalam sehari, seharusnya sangat cukup untuk melakukan kewajiban kita sebagai muslim yakni melakukan ibadah shalat lima waktu. Sebuah aktivitas yang hanya membutuhkan beberapa menit saja di tengah kesibukan yang ada. Karena shalat adalah kewajiban muslim yang tak boleh di tinggalkan.



Shalat Subuh Kuncinya

Seharusnya, jangan biasakan bergadang hingga tengah malam, karena itu adalah kebiasaan yang tidak baik dalam syariah islam terlebih secara kesehatan juga itu tidak menguntungkan. Agar bisa bangun awal waktu melaksanakan shalat subuh di waktu fajar.

Karena meski hanya dua rakaat, shalat Subuh ini tidak bisa di pandang sebelah mata. Justru shalat Subuh inilah yang menjadi penentu posisi kita, apakah kita sebagai seorang munafik atau benar benar sebagai muslim.

Karena di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kebiasaan para munafikin adalah meningalkan shalat Subuh. Selain karena hal itu berat di lakukan karena harus bangun di awal pagi, juga kalau tidak hadir shalat ke masjid di perkirakan masih tidak banyak orang yang melihat.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihih dari salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan kedua shalat itu, niscaya mereka mendatangi keduanya (berjamaah), walaupun dengan merangkat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).



Segarkan Siang Harimu dengan Shalat Dzuhur

Kesibukan kita menjalani aktifitas di siang hari seharusnya jangan sampai lalai meninggalkan shalat Dzuhur. Gunakanlah waktu rehat kantor yang sedikit itu untuk menunaikan shalat. Selain segarkan semangat karena terbasuhnya dengan air wudhu juga tentramkan hati setelah selama separuh hari harus berjibaku memikirkan pernak-pernik mencari nafkah.

Jangan kau perturutkan hawa nafsumu, karena hawa nafsu dalam dada kita tak akan pernah usai untuk di ikuti dan akhirnya justru berakhir dengan seribu satu penyesalan. Menyibukan diri dalam bekerja hingga melupakan shalat Dzuhur di siang hari adalah kesalahan yang menghayutkan. Naudzubillah.

Banyak diantara manusia ini lebih memilih makan siang dan menikmati hisapan rokok hingga waktu istirahat habis. Atau terkadang lebih suka sama ngumpul dan bercanda di selang waktu istirahat. Tentu saja hal itu bukan sebuah kesalahan, karena hal itu wajar saja. Tapi kalau sampai meninggalkan kewajiban shalat Dzuhur di situlah letak kesalahanya.

Padahal dengan melaksanakan shalat Dzuhur di selang waktu rehat di kantor, Allah akan hadirkan banyak inspirasi dan petunjuk. Serta memberikan banyak jalan keluar disaat ada masalah yang mungkin belum terselesaikan sebelum waktu dzuhur tiba. karena otak tak akan pernah mampu menyelesaikan setiap masalah yang ada.Tapi kemurahan Allah terhadap hambanyalah yang akan membuat setiap masalah terselesaikan.

Iringi Lelahmu dengan Sholat Asar pada Sore Hari

Meski tubuh sudah merasakan kelelahan yang sangat, setelah sehari mengkayuh nafkah, dengan segela tenaga dan harapan tuk dapatkan rizki yang halal, maka tutup hari kerja dengan shalat Ashar. Keberkahan itu ada bagi mereka yang selalu ingat pada Allah dan menunaikan kewajibanya sebagai hamba Allah.

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [Surat Al-Ahzaab : 41-42].

Qataadah rahimahullah berkata tentang ayat di atas:, ‘Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang’

: صلاة الصبح، وصلاة العصر “

Shalat Shubuh dan shalat ‘Ashar” [Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq dalam At-Tafsiir no. 2354, dan dibawakan Ibnu Abi Haatim dalam Tafsiir-nya no. 17702].





Cengkraman Setan Mengancam! Lindungi Diri dengan Shalat Magrib

Lindungi diri dan keluarga terlebih anak anak kita, dengan shalat Magrib, agar Allah menolong kita dari cengkraman setan. Maka selelah kita selesai dari kantor, jangan kita tinggalkan shalat Magrib.

Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ketika beliau menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ –أَوْ أَمْسـيتُمْ– فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإنَّ الشيطَانَ يَنْتَشـر حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّهِ، فَإنَّ الشيطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً» “

"Jika masuk awal malam –atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (Riwayat Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).

Kata جُنْحُ اللَّيْلِ (awal malam) maksudnya adalah awal malam setelah terbenamnya matahari. Dalam riwayat Muslim terdapat hadits:

«لاَ تُرْسِلُوا فَوَاشـيكُمْ، وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ، حَتَّى تَذهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشـياطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ»

“Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal Isya.” (HR. Muslim no. 2013).

Imam Nawawi mengatakan, “Maksud ‘tahanlah anak-anak kalian’ adalah larang mereka agar tidak keluar pada waktu itu.”

Sabda Rasulullah, “Karena sesungguhnya setan sedang berkeliaran” maksudnya adalah bangsa setan dan maknanya: ditakutkan terjadinya gangguan setan pada anak-anak pada waktu tersebut karena banyaknya mereka pada waktu itu


Sempurnakan syukur dengan Shalat Isya pada Malam Hari

Kita tak pernah tahu sampai kapan kita hidup? Kita juga tak pernah bisa memastikan diri bahwa besok kita bisa melanjutkan setiap aktivitas kita. Kita hanya mampu berharap dan optimis bahwa esok hari akan menjadi hal yang lebih baik dari hari ini dan kemarin.

Menutup hari dengan shalat Isya adalah pilihan tepat. Karena kewajiban shalat ini sedikitpun tak boleh terlupakan. Karena meninggalkan shalat adalah sebuah kesalahan fatal

Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7).

Berdasarkan beberapa sabda Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam:

رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.” [ Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2616), Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih].

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman (82)]

اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ“

"Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.” [ Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621), An-Nasa’i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)].

Semoga kita termasuk orang yang bersyukur kepada Allah dengan kita menunaikan shalat dalam keseharian kita. Insya Allah. Maka tunaikan shalat lima waktu dalam hari hari kita, jangan sedikitpun kita tingalkan. Karena dengan melaksankan shalat kita akan mendapatkan banyak berkah dan menjadi muslim yang taat. Insya Allah.*

Monday, 7 March 2016

Perkiraan Durasi GMT Untuk Indonesia

Gerhana matahati total (GMT) akan terjadi Rabu (9/3). Sebagian wilayah di Indonesia akan bisa menyaksikan GMT. Namun, ada beberapa lokasi di Indonesia yang dilalui gerhana matahari sebagian. Berdasarkan sumber dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), berikut ini durasi gerhana matahari sebagian yang akan dilewati di Indonesia:

Padang, memiliki tingkat kegelapan gerhana 95,41 persen, yang terjadi pada pukul  P1 06:21 WIB, puncak gerhana sebagian (MAKS) pada 07:20 WIB, P3 08:27 WIB

Jakarta, memiliki tingkat kegelapan gerhana 88,76 persen, yang terjadi pada pukul  P1 06:91 WIB, MAKS 07:21 WIB, P3 08:31 WIB

Bandung, memiliki tingkat kegelapan gerhana 88,76 persen, yang terjadi pada pukul  P1 06:19 WIB, MAKS 07:21 WIB, P3 08:32 WIB

Surabaya, memiliki tingkat kegelapan gerhana 83,08 persen, yang terjadi pada pukul  P1 06:21 WIB, MAKS 07:25 WIB, P3 08:39 WIB

Pontianak, memiliki tingkat kegelapan gerhana 92,96 persen, yang terjadi pada pukul  P1 06:23 WIB, MAKS 07:27 WIB, P3 08:40 WIB

Denpasar, memiliki tingkat kegelapan gerhana 76,53 persen, yang terjadi pada pukul P1 07:22 WITA, MAKS 08:27 WITA, P3 09:42 WITA

Banjarmasin, memiliki tingkat kegelapan gerhana 98,12 persen, yang terjadi pada pukul P1 07:23 WITA, MAKS 08:30 WITA, P3 09:47 WITA

Makasar, memiliki tingkat kegelapan gerhana 88,54 persen, yang terjadi pada pukul P1 07:25 WITA, MAKS 08:34 WITA, P3 09:54 WITA

Kupang, memiliki tingkat kegelapan gerhana 65,49 persen, yang terjadi pada pukul P1 07:28 WITA, MAKS 08:37 WITA, P3 09:55 WITA

Manado, memiliki tingkat kegelapan gerhana 96,66 persen, yang terjadi pada pukul P1 07:34 WITA, MAKS 08:49 WITA, P3 10:15 WITA

Ambon, memiliki tingkat kegelapan gerhana 86,91 persen, yang terjadi pada pukul P1 08:33 WITA, MAKS 09:49 WITA, P3 11:16 WITA

Sunday, 6 March 2016

Menagih Janji Manis Jokowi Untuk Palestina

Menagih janji manis Jokowi dorong kemerdekaan Palestina di KTT OKI
Reporter : Muhamad Agil Aliansyah


Jokowi bertemu Presiden Palestina di KTT OKI. ©REUTERS/Darren Whiteside


- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 sejak kemarin hingga hari ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. KTT LB OKI ini dihadiri 56 negara anggota, tiga negara observer (Bosnia Herzegovina, Afrika dan Thailand), empat negara The Quartet (Amerika Serikat, Rusia, PBB, EU) dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

KTT ini mengangkat tema 'United for a Just Solution'. Hal ini diselenggarakan untuk mencari terobosan guna menyelesaikan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Tema 'United for a Just Solution' diangkat sebagai bentuk nyata pemerintah dan anggota OKI terhadap masalah di Timur Tengah terutama kemerdekaan Palestina. Seperti diketahui, sejak melakukan kampanye dalam Pemilu 2014 lalu, isu kemerdekaan Palestina menjadi salah satu yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, saat saat menghadiri acara makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean-AS di Sunnylands Historic Home, California, Senin (15/2), yang dihadiri para kepala negara Asean serta Presiden AS Barack Obama, su kebebasan Palestina kembali dijual Jokowi. Dalam KTT Asean-AS itu, Presiden Jokowi menyerukan negara-negara Asean beserta Amerika Serikat (Asean-AS) untuk membantu menyelesaikan permasalahan di Palestina.

"Saya ingin mendorong agar ASEAN dan AS terus dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah Palestina," kata Jokowi berdasarkan keterangan tertulis Tim Komunikasi Presiden.

Jokowi menegaskan, Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Salah satu wujud konkret kontribusi Indonesia adalah kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 6-7 Maret 2016. Ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, Presiden Jokowi pun kembali menegaskan siap membantu kemerdekaan Palestina.

"Keberadaan Konsul Kehormatan merupakan langkah awal untuk meningkatkan dukungan Indonesia bagi kemerdekaan Palestina serta mendorong penguatan hubungan bilateral," kata Jokowi seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, Minggu (6/3).

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan bahwa sebagai saudara dekat Palestina, merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI ke-5O. Terlebih, KTT kali ini fokus pembahasannya adalah mengenai Palestina dan Al Quds Al-Sharif.

"Saya harap KTT ini mendorong persatuan negara-negara anggota OKI dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan isu Al-Quds Al Sharif," ujarnya.

Jokowi berharap negara-negara Islam dapat berperan lebih banyak dalam proses perdamaian Palestina-Israel. Indonesia sendiri, kata dia, siap untuk berperan dalam proses perdamaian.

Dukungan Indonesia atas kemerdekaan Palestina, lanjut Presiden, akan dilaksanakan sesuai kerangka two-state solution daejn salan dengan berbagai resolusi PBB yang relevan. Indonesia mendukung berbagai terobosan, inisiatif untuk menyelenggarakan konferensi internasional tentang perdamaian Palestina.

"Dan untuk mendukung hal ini, Indonesia akan mendorong semua faksi untuk bersatu guna mewujudkan kemerdekaan Palestina," terangnya.

Terkait rencana peresmian Konsul Kehormatan RI di Ramallah pada bulan ini, Jokowi menyampaikan terima kasih atas persetujuan yang diberikan. Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah Indonesia akan mengutus Menlu Retno ke Ramallah untuk meresmikan Konsul Kehormatan tersebut.

Saturday, 5 March 2016

Keutamaan, Kelebihan dan Manfaat Salat Dhuha

Manfaat, Keutamaan dan Kelebihan Shalat Dhuha

Kelebihan Shalat Dhuha – Pengertian Shalat Sunnah Dhuha adalah Shalat Sunnah yg dilakukan minimal 2 Rakaat hingga 12 Raka’at dan Waktu Mengerjakan Shalat Dhuha ini dikerjakan di pagi hari tepatnya sekitar jam tujuh pagi hingga sebelum masuk waktu Shalat Wajib Duhur. Cara Mengerjakan Shalat Dhuha ini pun dilakukan seperti mengerjakan Shalat Wajib, yg dikerjakan atau dilakuakan dg diawali Niat Shalat Dhuha dan di akhiri dg kalimat Salam.

Walaupun Shalat Dhuha merupakan Shalat Sunnah 2 Raka’at tetapi mempunyai kelebihan dan Keutamaan Shalat Dhuha yg sangat banyak jika dikerjakan dg ikhlas oleh anda karena Nabi Muhammad Saw jg memerintahkan untuk mengerjakan Shalat Dhuha ini dlm Sabdanya yg berbunyi ” Bershalat Dhuhalah karena dpt mendatangkan Rezeki dan dpt menolak dari kekafiran serta tdk ada yg akan memellihara Shalat Dhuha melainkan orang – orang yg bertaobat”.

Manfaat, Keutamaan dan Kelebihan Shalat Dhuha


Sebelum membahas tentang Keutamaan, Kelebihan dan Manfaat Shalat Dhuha secara lengkap dan jelas ada baiknya jika anda melihat Bacaan Niat Shalat Dhuha yg sdh saya buatkan dibawah ini dlm bahasa arab, bahasa latin dan terjemahan bahasa indonesia sehingga dpt memudahkan anda dlm membaca dan menghafalkanya untuk diterapkan dirumah.



Keutamaan, Keistimewaan dan Kelebihan Shalat Dhuha

Kemudian untuk Manfaat Melaksanakan dan Mengerjakan Shalat Dhuha, Keistimewaan Melaksanakan dan Mengerjakan Shalat Dhuha serta Keutamaan Shalat Dhuha yg disebutkan dlm Hadist – Hadist yang Shahih mempunyai keutamaan yg antara lain merupakan Shalat Awwabin (Orang – Orang yg taat)  sehingga jika anda mengamalkan, merutinkan dan mengerjakan Shalat Dhuha ini maka anda termasuk kedlm seseorang muslim yg taat.

Kelebihan Mengerjakan dan Melaksanakan Shalat Dhuha yang kedua adlh Shalat Sunnah Dhuha 2 Raka’at senilai dg 360 sedekah. Hal inni sepertii Sabda Nabi Muhammad Saw yg berbunyi ” Tubuh Manusia mempunyai 360 sendi yg semuanya harus dikeluarkan sedekahnya ” Lallu Para Sahabat Nabi Saw bertanya, ” Siapakah yg mampu melakukan hal ituu wahail Rasoll  ? ” Beliau Nabi Muhammad menjawab, ” Engkau membersihkan dahak yg ad didlm Masjid ittu Sedekah, kamu melakukan hal2 yg baik maka hal itu sedekah.

Advertisements

namun jika kamu tdk dpt menemukanya (Sedekah sebanyak itu) maka mengerjakan Shalat Sunnah Dhuha 2 Raka’at sdh mencukupi mu (Hadist HR. Abu Dawud) ”. Lallu untuk Keistimewaan Shalat Dhuha yg ketiga ialah Shalat Dhuha dengan 4 Raka’at dpt membawa kecukupan disepanjang hari, Allah Swt dlm firman-nya ” Wahai Anak adam janganlah kamu luput dari 4 (empat) Raka’at diawal harimu (dipagi hari), niscaya aku akan cukupkan untukmu disepanjang hari itu (HR. Ahmad)”.

Sedangkan Keutamaan Mengerjakan dan Melaksanakan Shalat Dhuha yg keempat ialah dijelaskan didlm Hadist HR Tirmidzi bahwa siapa yg mengamalkan Shalat Dhuha maka ia akan mendapatkan rezeki yg lebih banyak dari harta rampasan perang, baik dlm hal kuantittas harta atau keberkahan harta tersebut. Kemudian Manfaat Shalat Dhuha yg ke lima ialah pahala mengerjakan Shalat Dhuha dpt senilai dg pahala mengerjakan Umrah di Mekkah.

Itulah beberapa Kelebihan, Keistimewaan dan Keutaman Shalat Dhuha menurut beberapa Hadist – Hadist yg Shahih atau dpt dipercaya dan semoga tulisan yg sederhana dari kami ini dapat berguna bagi anda sekalian karena Kelebihan Shalat Dhuha sangat banyak sekali sehingga sangat rugi jika kalian para muslim tidak berusaha untuk menunaikan dan mengerjakanya.

Keutamaan Salat Berjamaah

Pahala Dan Keutamaan Shalat Berjamaah Di Masjid
 3 February, 2015 Dunia Islam Keutamaan Shalat Berjamaah Di Masjid, Pahala Shalat Berjamaah, Shalat
Segala puji bagi Allah subhanahu wata’aala, Dzat yang dengan nikmat-Nya kebaikan menjadi sempurna. Pahala Dan Keutamaan Shalat Berjamaah di masjid sungguh luar bisa keduduknya di sisi Allah subhanahu wata’aala, jelaslah bagi kita betapa besar keagungan, urgensi di dalam Islam berdasarkan teks-teks Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Ini Dia Pahala Dan Keutamaan Shalat Berjamaah di masjid

1. Pahala langkah kaki
Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT.
(Ibnu Majah:277,Muslim:1068 dan 1065).

2. Pahala menunggu waktu shalat
Banyak diantara kita yang berangkat ke masjid pas adzan supaya bisa cepet selesai. Tapi yang luar biasa, kita sebenarnya dapet pahala yang besar pas kita lagi nunggu waktu shalat! Jadi sebaiknya gunakan waktu menunggu shalat untuk berdzikir.
Orang yang menunggu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang sholat (Bukhari:611)

3. Di do’akan Malaikat
Seorang yang menunggu shalat, tepatnya dari masuk mesjid sampe waktu shalat, maka dia bakal didoakan malaikat dengan doa : “Ya Allah Ampunila dia, Ya Allah ampunilah dia”, tanpa henti sampai waktu shalat. Subhanallah!

4. Mendapat naungan saat kiamat
Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak. Dan salah satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang orang itulah yang akan mendapat perlindungan dari Allah saat kiamat kelak. (Al-Bukhor:620)

5. Doa malaikat ketika di shaf terdepan
Sesungguhnya para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama.” (HR. Ibnu Hibban no.2157)
Menanggapi sabda Beliau, para sahabat bertanya, “Apakah juga kepada orang-orang yang berada di shaf kedua wahai Rasulullah? ”
Kemudian Rasulullah berkata, “Juga kepada orang-orang yang berada dishaf kedua.”
(HR. Ahmad dan Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

6. Subuh dan 119 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri. (Muslim:1049).

7. Isya dan 59 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah, maka dia bakal dapat pahala 59 kali lipat. (Muslim:1038)

8. Dzuhur, Ashar, Magrib dan 27 pahala
Kalau shalat dzuhur jamaah, ashar jamaah, dan magrib jamaah, masing masing dilipatgandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah (Muslim:1038)

9. Pahala ketika sakit
Ketika kita sedang sakit dan tidak bisa ke masjid (setiap hari udah ke masjid). Pada saat kita tidak ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid. (Abu Daud:2687)

10. Terhindar dari sifat munafiq
Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada sholat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi (masjid tempat) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak.
(Al-Bukhori:617)

11. Menjadi sebab diampuni dosanya oleh Allah. Rasulullah bersabda :

“Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dalam hadits lain Nabi bersabda :

“Barangsiapa yang berwudhu untuk sholat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan sholat, dan ia sholat bersama manusia atau berjama’ah atau di dalam masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

12. Mengembangkan disiplin dan berakhlak mulia.

Sholat berjama’ah mengajarkan disiplin seorang makmun senantiasa mengikuti gerakan imam dan berada di belakang imam. Hal ini tentu membiasakan melatih kedisiplinan dalam kehidupan seseorang, menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati patuh dan taat pada pimpinannya, yaitu imam.”

13. Tumbuhnya persaudaraan, kasih sayang dan persamaan.

Apabila kita bertemu lima kali dalam sehari, maka akan tumbuh kasih sayang diantara sesama muslim. Dan jika suatu waktu ada saudara kita yang biasa berjama’ah kemudian beberapa waktu tidak hadir di masjid, maka kita akan bertanya-tanya, ada apa atau mengapa ia tidak berjama’ah? Seandainya jawaban yang didapat bahwa beliau itu sakit, maka kita akan bergegas menjenguk dan mendo’akannya

Pada kesempatan kali ini dunia islam hanya menyebutkan 13  keutamaan shalat berjamaah. ini hanya sedikit dari begitu banyak keutamaan yang lainya. semoga bermanfaat bagi kita semua.

10 Perkara Yang Di Benci Allah SWT


alam2Kebanyakan orang melakukan sesuatu tanpa menyadari bahwa apa yang dilakukan itu sangat dibenci Allah. Kosongnya ilmu dari diri mereka menyeretnya hanyut dalam perkara-perkara yang seharusnya senantiasa dihindari, dijauhi dan bahkan harus dibenci karena Allah juga sangat membencinya.
Ada sepuluh hal yang Allah sangat benci yang tidak seharusnya kita terjerat di dalam perangkapnya :
  1. Kikirnya orang-orang kaya
  2. Takabburnya orang-orang miskin
  3. Rakusnya para ulama
  4. Minimnya rasa malu para wanita
  5. Suka dunia orang-orang yang sudah tua renta
  6. Malasnya para pemuda
  7. Kejinya para penguasa
  8. Pengecutnya para tentara perang
  9. Ujubnya para zahid
  10. Riya’nya para ahli ibadah
Orang-orang kaya itu dihadirkan untuk membei bantuan dan meringankan orang lain, meringankan beban orang-orang tak berdaya sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya. Kekayaan yang mereka miliki jangan sampai terkonsentrasi pada dirinya dan tidak bisa dinikmati oleh orang lain. Bahkan menurut Rasulullah, cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang tidur kekenyangan sementara tetangganya mengerang kelaparan. Kepedulian sosial adalah bagian sangat penting dalam ajaran Islam yang harus senantiasa dikibarkan panji-panjinya. Orang yang tidak pernah terlibat merasakan denyut nadi perasaan orang lain sesungguhnya dia bukan bagian dari mereka. Barang siapa yang tidak pernah peduli pada masalah-masalah kaum muslimin maka sesungguhnya dia bukan bagian bagian dari mereka.
منن أصبح لا يهتم بالمسلمين فليس منهم
Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka (HR. Hakim).
Kikirnya orang-orang kaya akan menyumbat kesejahteraan sosial yang menjadi pilar besar ajaran Islam.
وأى داء أدوى من البخل
Lalu penyakit apa lagi yang lebih berbahaya daripada sifat kikir (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Adapun takabburnya orang-orang miskin adalah penyakit yang sulit dimengerti. Apa yang mendorong dirinya menjadi takabbur. Padahal harta tidak punya, kekayaan tidak melimpah. Rumah morat marit, kendaraan sudah berumur. Lalu apa yang membuat mereka sombong? Padahal orang kaya berharta saja yang memiliki kekayaan dan harta berlimpah tidak boleh menyombongkan diri kepada siapa saja. Sebab Allah sangat tidak menyukai perilaku sombong itu karena dia termasuk sifat yang melekat pada Iblis, yang karenanya dia dilaknat Allah dan diusir dari surga serta akan dikekalkan dalam neraka. Simaklah firman Allah berikut ini :
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا وبذي القربى واليتامى والمساكين والجار ذي القربى والجار الجنب والصاحب بالجنب وابن السبيل وما ملكت أيمانكم إن الله لا يحب من كان مختالا فخورا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An-Nisaa’ : 36).
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Lukman : 18).
Kesombongan hanya akan menyesakkan dada pelakunya dan memuakkan orang yang dihadapinya. Kesombongan hanya akan merenggangkan keakraban yang selama ini sudah terbina. Kesombongan hanya akan membuat jiwa tidak terkontrol sehingga meremehkan setiap orang yang dihadapinya. Sungguh lebih gila jika kesombongan itu dilakukan oleh orang-orang miskin papa yang tidak memiliki apa-apa. Beda antara harga diri dengan kesombongan. Harga diri adalah mempertahakan kehormatan diri jika dihina sedangkan sombong adalah meremehkan sesama.
Sedangkan para ulama dihadirkan untuk menghadirkan contoh sifat qana’ah dan tidak rakus pada dunia. Ulama sebagai penyeru akhlak dan moralitas hendaknya menyadari bahwa dirinya ditatap, disorot dan diamati oleh sekian ribu mata yang senantiasa menanti perilaku lurusnya. Ulama tidak dilahirkan untuk rakus pada dunia. Sebagai pewaris para Nabi sudah sepantasnya mereka tidak terlalu berpikir mewariskan dunia pada anak-anaknya namun yang dia pikirkan bagimana mewariskan ilmu pada generasinya.
Manusia-manusia yang bukan ulama saja tidak boleh tamak pada dunia apalagi ulama yang seharusnya menjadi contoh bagi mereka. Rakus pada dunia mematikan perburuan pada akhirat dan melemahkan ummat ini. Para pecinta dunia akan terkena penyakit ganas yang disebut dengan”wahn” cinta cinta dunia over-dosis dan takut mati over-dosis.
Para ulama pecinta dunia hampir bisa dipastikan mereka akan kehilangan karisma dan martabat keulamaannya dan akan mendapat gelar “ulama dunia” atau sering pula disebut dengan ulama suu’, ulama buruk.
ويل لأمتى من علماء السوء يتخذون هذا العلم تجارة يبيعونها من أمراء زمانهم ربحا لأنفسهم لا أربح الله تجارتهم
Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan (HR. Hakim).
Wanita, fitrahnya dihadirkan dengan rasa malu yang luar biasa. Dari cara mereka bicara, cara mereka memandang, cara mereka berjalan ada sentuhan-sentuhan kelembutan yang luar biasa yang menggambarkan bahwa mereka adalah seorang wanita. Wanita dicipta untuk melahirkan kelembutan-kelembutan yang terefleksi dari perilaku mereka yang senantiasa berhiaskan rasa malu. Maka jika seorang wanit sedikit rasa malunya, dunia akan menjadi tidak seimbang lagi. Karena sisi positif wanita telah kehilangan ikatannya. Wanita masa kini tidak lagi merasa memamerkan auratnya di depan laki-laki asing.
Maka jangan heran jika Allah murka karena maksiat mereka. Padahal kita bisa belajar dari apa yang dilakukan oleh dua anak gadis Nabi Syu’aib tatkala mereka mau mengambil air di sebuah sumur lalu keduanya bertemu Musa, sosok wanita ideal yang saat ini tidak pernah lagi jadi perbincangan. Allah berfirman : Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang dzalim itu”. (Al-Qashahs : 25). Malu adalah mahkota seorang wanita, dan kehilangan rasa malu sama dengan kehilangan mahkotanya. Dan secara otomatis hilang pula harga dirinya.
Orang tua renta sudah seharusnya mempersiapkan segala hal untuk kematiannya. Kerentaannya hendaknya memberikan peringatan keras bahwa dia telah dekat untuk menuju ambang kematian. Dia telah jauh berjalan menemupuh liku-liku dunia dan semua uji cobanya. Rambut yang menguban, gigi yang bertanggalan, tulang-belulang yang mulai keroposan adalah sebagai pengingat bahwa kematian akan segera menjelang, menjemputnya bersama ketuaan yang sudah disandang.
Orang tua yang masih senang dunia, mabuk di dalamnya, berebut kenikmatannya yang hanya sementara tentu saja sangat Allah benci. Apakah mereka tidak sadar bahwa dunia akan segera ditinggalkannya, lalu untuk apa dia masih berburu dunia dengan penuh tamak dan cinta yang melampui batas.
Adapun masa muda adalah masa paling produktif dalam kehidupan manusia. Masa muda adalah masa gelora kehidupan mereka. Masa muda adalah masa penentuan masa depan yang sesungghnya. Maka malasnya pemuda adalah alamat awal dari suram dan buramnya masa depan mereka. Gelap dan gulitanya hari-hari ke depan mereka. Manusia yang tidak memiliki awal yang cemerlang biasanya sulit menuai cahaya di ujung kehidupan. Pemuda tiang sebuah bangsa.
Maju dan tidaknya sebuah bangsa berada pada produktivitas mereka, sedangkan bangkrut dan hancurnya sebuah negara ada pada kemalasan mereka. Islam di awal-awal bangkit karena dukungan para pemuda enerjik yang anti kemalasan. Siang mereka adalah kerja keras dan malam mereka adalah ibadah malam.
Rasulullah menghimpun orang-orang mulia dalam tujuh golongan diantaranya adalah pemuda yang enerjik. Rasulullah bersabda :
سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ورجل قلبه معلق بالمسجد إذا خرج منه حتى يعود إليه ورجلان تحابا في الله فاجتمعا على ذلك وافترقا عليه ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله رب العالمين ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Peminpin yang adil, pemuda yang tumbuh berkembang dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya senantiasa terpaut ke mesjid tatkala dia keluar darinya hingga dia balik kembali, dua lelaki yang saling mencinta karena Allah. Dia berkumpul karenanya dan berpisah karenanya pula. Lelaki yang mengingat Allah sendirian kemudian kedua matanya mengalirkan air mata, lelaki yang dipanggil oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan cantik lalu dia berkata : Sesunggguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam, seseorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya (HR. Malik, Tirmidzi, Bukhari Muslim).
Peminpin sebagaimana diisyaratkan hadits di atas juga seharusnya berbuat adil bukan berlaku kejam agar mereka mendapat naungan Allah di hari kiamat. Keadilan mereka sangat ditunggu dan dirindu oleh rakyat. Karena harapan keadilan memang bertumpu pada para penguasa itu. Keadilan adalam dambaan setiap orang, cita setiap insan. Tatkala seorang penguasa yang seharus adil berubah menjadi keji maka kemurkaan Allah yang demikianpedih telah menunggu mereka. Karena Allah sangat tidak suka pada mereka yang berbuat zhalim. Allah berfirman : Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dzalim (Ali Imran : 151).
Para prajurit yang berlaga di medan perang adalah manusia-manusia pilihan untuk melakukan pembelaan terhadap agama mereka. Maka harus tidak ada dalam jiwa mereka rasa pengecut dan gentar saat menghadapi musuh sebesar apapun jumlah musuh yang ada di depan mereka. Selengkap apapun peralatan musuh yang mereka miliki. Jiwa prajurit adalah jiwa ksatria yang pantang menyerah pada musuh.
Jiwa prajurit tidak pernah menyimpan sikap pengecut dalam kamus hidup mereka. Sikap pengecut hanya akan menjadi virus yang menularkan kegentaran pada prajurit lain dan akan merusak semangat juang mereka. Oleh sebab itulah sungguhh sangat hina manusia-manusia yang melarikan diri pada saat perang sedang berkecamuk. Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur) (Al-Anfaal : 15).
Ujub adalah penyakit hati yang bisa menyerang siapa saja. Tidak terkecuali pada zahid yang banyak menghindari dunia dan lebih dekat pada akhirat. Namun kezahidan mereka akan menuai murka Allah jika dalam kezahidan itu bergemuruh ujub yang membuncah dalam ucapan dan perilaku mereka.
Rasulullah bersabda :
ثلاث مهلكات : شح مطاع ، وهوى متبع ، وإعجاب المرء بنفسه
Tiga perkara yang menghancurkan : kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti dan ujub dengan pendapat sendiri (HR. Bazzar dan Ath-Thabrani).
Yang tak kalah sengitnya akan mendapatkan murka Allah adalah mereka yang menyatakan diri sebagai ahli ibadah namun riya’ menyelimuti seluruh ritual ibadahnya, mengiringi setiap langkah ibadahnya. Pujian selalu dia harapkan dari mulut manusia, pujaan selalu mereka dambakan dari lisan mereka. Sungguh celakalah mereka karena sesungguhnya riya’ itulah syirik kecil yang sangat diwanti-wanti oleh Rasulullah agar kita meninggalkannya.
Maka, jika kita menjadi orang kaya dermawanlah pada sesama. Jika kita ditakdirkan menjadi seorang miskin lebih rendah hatilah pada manusia. Jka kita menjadi ulama janganlah rakus pada dunia. Jika Anda seorang wanita maka ingat bahwa mahkota Anda ada pada rasa malu Anda. Jika kita telah tua renta maka segeralah rakus pada akhirat. Jika jika masih muda maka semangatlah bekerja untuk mengisi amanah khilafah di dunia yang Allah bebankan kepada Allah.
Dan jika Anda penguasa berbuat adillah pada orang yang kita pimpin. Jika Anda ada di medan tempur bersikaplah berani. Kalaupun Anda adalah seorang zahid tapi tak layak bagi Anda untuk berkata dan berbuat ujub dan jangan pula ibadah Anda terkotori oleh riya’ yang sering menjangkit jiwa tanpa diduga.
Semoga kita selamat dari sepuluh perkara di atas agar murka Allah tidak menimpa kita dan bangsa kita.